PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan pendampingan penuh terhadap korban bullying, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis. Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Blitar melalui Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dwi Andi Prakasa, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan berkelanjutan kepada korban. Menurutnya langkah ini penting untuk memastikan tidak ada cedera serius yang dialami korban.
“Setelah kemarin dilakukan pendampingan psikologis bersama tim profesional, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengantarkan korban untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” jelas Dwi Andi Prakasa.
Sementara itu Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, mengatakan bahwa korban telah menjalani pemeriksaan lengkap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Karena korban mengeluh pusing akibat pukulan, pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh dari kepala hingga kaki, termasuk pemeriksaan penunjang CT Scan kepala.
Dari hasil pemeriksaan, CT Scan kepala korban dinyatakan normal, rontgen panggul juga tidak menunjukkan kelainan, serta hasil konsultasi dengan spesialis bedah saraf dan bedah plastik menunjukkan kondisi baik.
“Korban dapat melanjutkan rawat jalan, tetapi kami tetap memantau perkembangan keluhannya,” lanjut dr. Endah.
Pemkab Blitar menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan korban melalui pendampingan psikologis dan kesehatan secara berkesinambungan. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada dampak jangka panjang pada kondisi mental maupun fisik, agar korban dapat kembali bersekolah dengan aman. (riz)






