PersadaFM – Bermula langkah sederhana untuk membantu takmir masjid sekolah dalam mengontrol dan mengevaluasi kewajiban salat Zuhur berjamaah siswa, antarkan guru muda SMAN 1 Garum raih penghargaan. Inilah M. Ivan Kanzul Fikri, guru pendidikan SMAN 1 Garum yang sabet Juara II lomba penulisan karya artikel Sekolah Piloting Program Pais BERKARAKTER Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Pendidik muda yang sekaligus dzurriyah Pondok Pesantren Nasrul Ulum Modangan tersebut berhasil merampungkan karya tulis ilmiah ImaNiQ: ‘Inovasi Sistem Monitoring Ibadah Berbasis QR Code sebagai Wujud Kreativitas PAIS Berkarakter di Sekolah Piloting’.
“Sebenarnya jauh sebelum lomba itu ada, ide pembuatan absensi salat berjamaah ini bermula saat kurangnya efektifitas jika proses evaluasi serta absensi (salat) dilakukan secara manual. Dengan jumlah siswa yang mendekati 1.000 orang, tentu dibutuhkan waktu yang tidak sedikit,” jelas Ivan, Jum’at (19/6/2026).
Ia juga menjelaskan jika proses absensi dilakukan manual dengan banyaknya siswa, tentu akan mengganggu kelancaran kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung.
“Dari kondisi itulah, berbekal sebuah ‘HP kentang’ yang sudah jarang digunakan, saya mulai bereksperimen, yaitu mengombinasikan beberapa rumus di Google Spreadsheet untuk membuat sistem yang mampu membaca dan mengklasifikasikan kode unik dari QR Code salat yang dimiliki setiap siswa” jelasnya.
Meski QR Code bukan sebuah teknologi baru, namun justru disitulah Gus Ivan mencoba memaksimalkan fungsi teknologi yang dianggap sederhana dapat membantu mendisiplinkan, menertibkan, sekaligus membiasakan siswa dalam melaksanakan kewajiban ibadahnya.
Inovasi sistem absensi berbasis QR Code ini telah berjalan kurang lebih selama satu tahun di SMAN 1 Garum dan terus mengalami pengembangan. “Fungsinya tidak hanya sebatas merekap absensi salat harian, mingguan, maupun bulanan. Melainkan juga mampu mencetak QR Code secara otomatis, menyediakan berbagai fitur monitoring, hingga mengomunikasikan aktivitas ibadah siswa kepada wali kelas bahkan orang tua secara real time,” imbuhnya.
Saat disinggung soal perlombaan tersebut, Ivan menceritakan awal mula mengikuti lomba ini berawal dari ajakan sahabatnya yang menjabat sebagai Ketua MGMP PAI Kabupaten Blitar, yakni ustadz Khamdan Asrofi. Melalui berbagai rayuan dan dorongannya, akhirnya Gus Ivan bersedia disela-sela waktu berdakwah.
“Sedikit demi sedikit gagasan yang selama ini hanya tersimpan dalam praktik lapangan saya tuangkan dalam sebuah artikel ilmiah,” tambahnya.
Selama proses penyusunan karya tersebut, Ia pun banyak ditemani sang istri sehingga gagasan dan masukan dari pasangan muda ini mampu menyempurnakan artikel ilmiah tersebut.
“Alhamdulillah ‘ala kulli hal, di luar dugaan artikel tersebut berhasil meraih Juara II. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar tentang kemenangan dalam sebuah lomba, tapi juga menjadi momentum saya untuk kembali menulis dan berbagi inspirasi kepada orang lain,” tandasnya. (zis/riz)






