PersadaFM – Kebakaran melanda rumah milik Nanik, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Kamis (18/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan bagian dapur rumah beserta sejumlah barang berharga dan dokumen penting milik korban.
Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 09.00 WIB saat pemilik rumah sedang menghadiri kegiatan wali murid di sekolah anaknya. Kondisi rumah saat itu dalam keadaan kosong.
“Pemilik rumah sedang menghadiri kegiatan di sekolah anaknya sehingga saat kebakaran terjadi tidak ada orang di dalam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Tedy.
Berdasarkan keterangan saksi, warga sekitar awalnya mendengar suara letusan kecil yang dikira berasal dari petasan. Namun setelah dilakukan pengecekan, terlihat kepulan asap tebal dari bagian dapur rumah korban.
Mengetahui adanya kebakaran, warga segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan warga lainnya agar api tidak merembet ke bangunan di sekitar lokasi.
Laporan kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 09.30 WIB, dua unit armada pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama warga.
“Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan setibanya di lokasi. Berkat penanganan cepat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bagian rumah lainnya maupun rumah warga di sekitar lokasi,” jelas Tedy.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berkaitan dengan instalasi tandon air. Sistem otomatis pada tandon diduga tidak berfungsi sehingga mesin pompa air terus bekerja dan memicu korsleting listrik.
“Korsleting tersebut diduga kemudian menyambar tumpukan kertas yang berada di area dapur hingga akhirnya memicu kebakaran,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, rangka dan atap dapur berbahan asbes hangus terbakar. Sejumlah barang yang berada di dalam dapur juga tidak dapat diselamatkan, di antaranya dua lemari kayu, satu lemari plastik, televisi, mesin cuci, serta berbagai dokumen penting seperti BPKB sepeda motor, ijazah sekolah anak korban, dan akta kelahiran.
Selain itu, satu kalung emas dan satu cincin emas milik korban juga dilaporkan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Meski bagian dapur mengalami kerusakan cukup parah, struktur tembok bangunan masih dalam kondisi utuh.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Tedy mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, khususnya perangkat yang bekerja secara otomatis seperti pompa air dan tandon, guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran. (riz)






