free web hit counter
""

Petani Blitar Selatan Tidak Bisa Menanam Cabai akibat Kemarau Panjang, Ketersediaan Stok Menurun dan Harga Berpotensi Menguat

PersadaFM – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Blitar mulai mengalami kenaikan seiring berkurangnya pasokan dari tingkat petani. Kondisi tersebut dipicu berakhirnya masa panen di sejumlah sentra produksi cabai, sementara petani di wilayah Blitar Selatan belum dapat memulai musim tanam baru akibat kemarau yang masih berlangsung.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan berkurangnya ketersediaan cabai saat ini merupakan dampak dari menurunnya produksi di tingkat petani.

“Sebagian besar tanaman cabai yang ditanam pada musim sebelumnya sudah memasuki akhir masa panen. Akibatnya, hasil yang masuk ke pasar mulai berkurang sehingga pasokan tidak sebanyak beberapa bulan lalu,” jelas Siswoyo.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan kemarau panjang yang membuat petani di wilayah Blitar Selatan belum bisa melakukan penanaman kembali. Sebagian besar lahan pertanian di kawasan tersebut masih mengandalkan curah hujan sehingga petani memilih menunda tanam hingga kondisi cuaca lebih mendukung. Siswoyo menjelaskan, tertundanya musim tanam berpotensi memengaruhi ketersediaan cabai dalam beberapa bulan ke depan. Sebab, belum adanya tanaman pengganti membuat pasokan baru dari petani belum bisa masuk ke pasar dalam waktu dekat.

“Di daerah yang mengandalkan hujan, petani masih menunggu datangnya musim penghujan. Selama sumber air terbatas, mereka memilih menunda tanam karena risikonya cukup tinggi jika dipaksakan,” katanya.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada November 2026. Dengan demikian, sebagian petani diperkirakan baru akan memulai penanaman setelah curah hujan mulai stabil.

“Kemungkinan tanam baru akan dilakukan setelah memasuki musim penghujan. Artinya, perlu waktu lagi sampai tanaman tersebut siap panen dan menambah pasokan ke pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Blitar Dorong Pelaku Usaha Lebih Inovatif, Agar Maju dan Berkembang

Sementara itu, di tingkat pasar, harga cabai rawit mulai menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit saat ini telah mencapai sekitar Rp. 60.000 – Rp. 70.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi seiring berkurangnya pasokan dari petani, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan.

DKPP Kabupaten Blitar terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan produksi hortikultura di lapangan. Pemerintah juga mengimbau petani untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya dengan baik agar produksi dapat kembali meningkat saat musim hujan tiba.
Dengan kondisi pasokan yang masih terbatas dan musim tanam baru yang belum dimulai, harga cabai diperkirakan berpotensi tetap menguat hingga memasuki musim penghujan dan panen berikutnya. (riz)