free web hit counter
""

IKLIM TROPIS DORONG KASUS CACING HATI DI KABUPATEN BLITAR, DISNAKKAN : TINGKATKAN KEWASPADAAN PASCA KURBAN

PersadaFM– Kabupaten Blitar yang berada di wilayah tropis menghadapi tantangan khusus dalam pengendalian penyakit parasit cacing hati (Fasciola spp) pada hewan ternak, terutama menjelang pelaksanaan Iduladha. Kondisi iklim yang lembap dan hangat sangat mendukung siklus hidup cacing hati sehingga risiko infeksi pada sapi, kambing, dan domba menjadi lebih tinggi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, drh. Nanang Miftahudin, menjelaskan bahwa lingkungan tropis membuat cacing hati dapat berkembang biak dengan cepat.

“Karena itu, kami mendorong para peternak dan pemilik hewan untuk melakukan pemberian obat cacing secara rutin setiap empat bulan sekali sebagai upaya pencegahan utama,” ujarnya.

Menurut drh. Nanang, pemberian obat cacing secara berkala sangat penting untuk memutus siklus hidup parasit dan menjaga kesehatan ternak. Hal ini akan mengurangi risiko infeksi yang dapat mengurangi kualitas daging dan potensi kerugian ekonomi.

Selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini, petugas dari Dinas Peternakan melakukan pengawasan ketat di 3.164 titik penyembelihan yang tersebar di seluruh Kabupaten Blitar. Dari pemantauan selama tiga hari, ditemukan 215 kasus cacing hati pada sapi, 76 kasus pada kambing, dan 2 kasus pada domba. Petugas secara teliti melakukan pemilahan terhadap hewan dan organ yang terinfeksi.

“Untuk kasus dengan infeksi ringan, bagian hati yang terinfeksi kami buang, dan sisanya masih layak dikonsumsi,” terang drh. Nanang.

Namun, jika tingkat infeksi sudah cukup parah, maka petugas menyarankan agar hati tersebut diafkir atau dibuang seluruhnya karena pemilahan pada kondisi ini sangat rumit dan membutuhkan waktu lama.

Langkah tersebut bertujuan untuk menjamin keamanan dan kualitas daging kurban yang diterima masyarakat.

Baca Juga :  Salurkan Sertifikat PTSL, Bupati Blitar Ajak Masyarakat Manfaatkan Sebaik Mungkin

“Kami pastikan daging yang didistribusikan memenuhi standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” tambahnya.

Petugas pemantau terus memberikan edukasi kepada panitia kurban terkait penanganan hewan dan organ yang terinfeksi agar pelaksanaan kurban tetap sesuai dengan prinsip kesehatan dan keagamaan.

Dengan kondisi wilayah tropis yang menjadi tantangan, pengawasan dan pengendalian cacing hati oleh dinas peternakan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan daging kurban untuk masyarakat Blitar. (riz)