PersadaFM – Kementerian Pertanian mulai merealisasikan bantuan irigasi perpompaan di Kabupaten Blitar sebagai langkah mitigasi kekeringan dan upaya menjaga produktivitas pertanian saat musim kemarau. Dari total 120 titik yang disetujui untuk Kabupaten Blitar, sebanyak 45 titik telah memasuki tahap pelaksanaan pada tahun 2026.
Salah satu titik bantuan berada di lahan milik Kelompok Tani Loh Jinawi 2, Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo. Di lokasi tersebut, proses pengeboran irigasi perpompaan dalam rangka mitigasi kekeringan mulai dilakukan melalui program Bantuan Pemerintah Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pertanian.
Bupati Blitar, Rijanto, meninjau langsung pelaksanaan pengeboran pada Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rijanto menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas realisasi bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan petani, terutama untuk menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan mengganggu produksi pertanian.
Menurut Rijanto, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam Rapat Koordinasi Nasional Pertanian. Awalnya Kabupaten Blitar mendapatkan alokasi 38 titik, kemudian diminta mengajukan tambahan hingga total 120 titik yang akhirnya disetujui Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah usulan yang kami sampaikan mendapat respons yang baik, saat ini 45 titik sudah mulai direalisasikan. Salah satunya berada di Desa Margomulyo ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Desa Margomulyo menjadi salah satu lokasi penerima bantuan karena merupakan kawasan pertanian yang selama ini berkembang sebagai sentra budidaya bawang merah. Keberadaan irigasi perpompaan diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga petani tetap dapat berproduksi secara optimal saat musim kemarau.
Selain mendukung budidaya bawang merah, sarana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman padi dan komoditas pertanian lainnya. Dengan tersedianya sumber air yang lebih memadai, produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan pendapatan petani dapat terus terjaga. Rijanto juga mengajak para petani untuk menjaga dan merawat bantuan yang diberikan pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan sarana, tetapi juga komitmen kelompok tani dalam mengelolanya.
Selain irigasi perpompaan, Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan lain berupa pembangunan saluran irigasi dan bantuan benih padi yang lebih tahan terhadap kondisi musim kemarau. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar dan seluruh petani, kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas bantuan yang telah direalisasikan, ” pungkasnya. (riz)






