free web hit counter
""

Gunung Butak Berkabut, BPBD Kabupaten Blitar Lakukan Tujuh Kali Water Bombing di Kawasan Puncak Langit

PersadaFM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar terus melakukan penanganan dan pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Puncak Langit, Dusun Tunggorono, Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Rabu (23/9/2026).

Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Blitar melakukan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter atau water bombing. Sebanyak tujuh kali penyiraman dilakukan pada sejumlah titik yang terindikasi terdampak kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan pemadaman dari udara menjadi salah satu upaya untuk menangani titik-titik Karhutla yang berada di kawasan sulit dijangkau.

“Water bombing dilakukan sebanyak tujuh kali pada titik-titik yang terindikasi terdampak kebakaran,” ujar Wahyudi.

Selain pemadaman, BPBD juga melakukan pemantauan secara langsung untuk mengetahui perkembangan kondisi Karhutla di kawasan tersebut. Namun, proses pemantauan turut dipengaruhi kondisi cuaca.

Wahyudi menyebut, visual Gunung Butak pada saat pemantauan terpantau berkabut. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga pelaksanaan pemantauan dan penanganan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan personel.

“Visual Gunung Butak terpantau berkabut. Karena itu, pemantauan dan penanganan tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Blitar menurunkan personel untuk melakukan pemantauan dan penanganan. Tim terdiri dari Wagimin, Mujianto, Wildan, Bakti dan Erwin, dengan dukungan operator Pusdalops, Dika.

BPBD Kabupaten Blitar terus memantau perkembangan kondisi di kawasan Puncak Langit dan sekitarnya guna mengantisipasi meluasnya dampak Karhutla serta menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai kondisi di lapangan. (riz)

Baca Juga :  BELASAN WARGA KECAMATAN WONOTIRTO ALAMI GEJALA KERACUNAN USAI IKUTI ACARA YASINAN, POLISI MASIH SELIDIKI