PersadaFM – Antrean panjang kendaraan untuk mengisi BBM jenis Pertalite terjadi di sejumlah SPBU di Blitar dalam beberapa hari terakhir. Pertamina menyebut lonjakan konsumsi dipicu peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite.
Pengawas SPBU Bence, Kecamatan Garum, Yulianto, mengatakan antrean telah berlangsung sekitar tiga hingga empat hari terakhir. Untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya menerapkan dua lajur untuk sepeda motor dan satu lajur untuk mobil, sekaligus membatasi sementara pembelian Pertalite maksimal Rp 50 ribu untuk roda dua dan Rp 200 ribu untuk mobil.
”Kami mengatur pola antrean agar tidak meluber ke jalan raya. Pembelian juga dibatasi sementara agar pelayanan cepat dan pemerataan waktu,” ujarnya, Selasa (13/10).
Yulianto menyebut pasokan Pertalite tetap rutin dikirim sebanyak 8.000 liter per hari. Namun, meningkatnya jumlah pembeli membuat stok yang biasanya bertahan lebih lama kini habis sekitar 10 jam setelah bongkar muat. Sementara itu, ketersediaan Pertamax, Solar, dan Pertamina Dex di wilayah Garum masih aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan tidak ada pengurangan alokasi distribusi BBM bersubsidi untuk Blitar Raya. Penyaluran BBM tetap dilayani melalui Fuel Terminal (FT) Malang dan FT Madiun.
Pertamina juga menyesuaikan distribusi dengan memprioritaskan armada suplai ke SPBU yang mencatatkan konsumsi dan antrean tertinggi.
”Sebenarnya tidak ada pengurangan pasokan untuk Blitar Raya. Peningkatan konsumsi salah satunya disebabkan peralihan dari Pertamax ke Pertalite, dan suplai kami sesuaikan ke SPBU yang tingkat konsumsinya lebih tinggi,” pungkasnya. (riz)






