free web hit counter
""

Kebakaran TPA Srengat Blitar Berlanjut hingga Hari Kedua, Petugas Fokus Atasi Titik Api di Tumpukan Sampah

PersadaFM — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, masih belum sepenuhnya padam hingga Selasa (13/10/2026). Memasuki hari kedua, petugas terus melakukan pembasahan untuk mengatasi titik api yang masih muncul di tumpukan sampah.Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo, mengatakan empat unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Dua unit di antaranya merupakan armada milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar.“Untuk kondisi api di TPA Srengat masih belum padam. Kita masih terus melakukan pembasahan untuk pemadaman,” ujar Teddy saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).Menurutnya, proses pemadaman terkendala keterbatasan armada, cuaca panas, serta hembusan angin kencang. Kondisi tersebut menyulitkan petugas mengatasi titik api yang masih muncul di area tumpukan sampah.Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Blitar, Iwan Dwi Winarto, menduga kebakaran bermula dari lahan di sekitar TPA yang kemudian merembet ke area pembuangan sampah.“Ditengarai api berasal dari kebakaran lahan yang ada di sebelahnya, kemudian merembet ke TPA dan membakar tumpukan sampah di lokasi kejadian,” jelas Iwan.Berdasarkan data DLH, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 25 persen dari total luas lahan TPA Srengat sebesar 1.185 meter persegi. Bagian yang terdampak merupakan tumpukan sampah.Iwan menambahkan, aktivitas TPA Srengat saat ini telah berkurang dan hanya digunakan sebagai tempat pembuangan sementara yang menampung sampah dari gerobak. Sebagian sampah selanjutnya diangkut ke TPA Tegalasri di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.Ke depan, TPA Srengat direncanakan dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara (TPS). Sementara itu, petugas masih melanjutkan upaya pemadaman untuk mengatasi titik api yang tersisa. (riz)

Baca Juga :  6 Bulan Terakhir, Pemkab Mencatat Sebanyak 17 Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Blitar Meninggal Diluar Negeri