PersadaFM – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar mencatat kinerja positif pada Semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, realisasi penerimaan negara telah mencapai Rp449,7 miliar, atau 113,36 persen dari target trajectory semester pertama. Capaian tersebut juga telah memenuhi 49 persen dari target penerimaan negara tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp917 miliar.
Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan pemusnahan barang kena cukai ilegal di Kantor Bea Cukai Blitar, Selasa (7/7/2026), yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, bersama jajaran pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Muhamad Lukman mengatakan, realisasi penerimaan yang melampaui target trajectory menunjukkan kinerja Bea Cukai Blitar berjalan sesuai harapan, baik dari sisi pelayanan, pengawasan, maupun penerimaan negara.
“Alhamdulillah, hingga Semester I 2026 realisasi penerimaan Bea Cukai Blitar mencapai Rp449,7 miliar atau 113,36 persen dari target trajectory semester pertama. Ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan menjadi modal positif untuk mencapai target penerimaan hingga akhir tahun,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kepatuhan pelaku usaha, optimalisasi pelayanan kepabeanan dan cukai, serta pengawasan yang konsisten terhadap peredaran barang kena cukai ilegal.
Selain penerimaan negara, Muhamad Lukman juga mengapresiasi kinerja pengawasan Bea Cukai Blitar. Sepanjang Semester I 2026, petugas berhasil melakukan penindakan terhadap sekitar 2,2 juta batang rokok ilegal, meningkat sekitar 227 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari penindakan tersebut, potensi penerimaan negara yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp2,3 miliar.
“Pengawasan dan pelayanan merupakan dua fungsi yang harus berjalan beriringan. Ketika pengawasan terhadap barang ilegal semakin efektif, maka penerimaan negara juga akan semakin terjaga, sementara dunia usaha yang patuh akan mendapatkan kepastian hukum,” jelasnya.
Muhamad Lukman optimistis target penerimaan negara hingga akhir 2026 dapat tercapai. Ia meminta seluruh jajaran Bea Cukai terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. (riz)






