PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2025 yang dirangkai dengan HUT ke-10 Asosiasi Pengrajin Batik Kabupaten Blitar (APBB). Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam melestarikan Batik Motif Cakra Palah sebagai identitas dan kebanggaan daerah.
Bupati Blitar Rijanto hadir dan memberikan sambutan sekaligus apresiasi kepada seluruh pengrajin batik yang terus berkarya menjaga keaslian dan keindahan batik khas Blitar.
“Selamat ulang tahun ke-10 untuk Asosiasi Batik Kabupaten Blitar. Semoga dengan bertambahnya usia, semangat berkarya para pembatik semakin membara. Teruslah menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan mengembangkan Batik Motif Cakra Palah yang sarat makna dan filosofi,” ujar Bupati Rijanto.
Bupati juga menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai filosofi, estetika, dan identitas yang kuat. Ia mengingatkan bahwa sejak 2 Oktober 2009, batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) dari Indonesia.
” Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian batik daerah, Bupati menyampaikan bahwa ASN Kabupaten Blitar diwajibkan mengenakan Batik Motif Cakra Palah pada 6–11 Oktober 2025, sesuai dengan edaran dari Penjabat Sekretaris Daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kabupaten Blitar (APBB), Zakiatun, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blitar atas dukungan yang terus diberikan kepada para pengrajin.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Blitar yang selama ini telah memesan Batik Cakra Palah dalam berbagai kegiatan resmi. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus berproduksi dan mengembangkan motif khas daerah,” ucapnya.
Melalui peringatan ini, diharapkan semangat mencintai batik tidak hanya berhenti di seremoni, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama dalam menjaga warisan budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar. (riz)






