free web hit counter
""

Harga Telur di Bawah HAP Jadi Perhatian, Pemkab Blitar Koordinasikan Usulan ke Pemerintah Pusat

PersadaFM — Harga telur ayam ras di Kabupaten Blitar yang masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) pasca Hari Raya Idul Fitri menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Sejumlah masukan dari pelaku usaha perunggasan pun dihimpun untuk dikoordinasikan ke pemerintah pusat.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara perwakilan peternak ayam petelur, pengepul, dan distributor dengan Pemkab Blitar yang digelar di Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, Jumat (17/4/2026).

Perwakilan peternak, Yesi Yuni Astuti selaku Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar (BTB), menyampaikan bahwa harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp22.800 hingga Rp23.000 per kilogram, masih di bawah HAP yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp24.000 hingga Rp26.500 per kilogram.

“Penurunan ini terjadi setelah Lebaran dan sampai sekarang belum ada kenaikan signifikan,” ujarnya.

Menurut Yesi, kondisi tersebut semakin berat karena di saat yang sama harga jagung terus meningkat sehingga berdampak pada naiknya biaya pakan. Dalam audiensi tersebut, peternak juga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya peningkatan serapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), keterlibatan peternak skala UMKM sebagai pemasok, percepatan distribusi jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta kelancaran distribusi telur di masa pembatasan lalu lintas.

Selain itu, peternak juga menilai perlunya langkah penanganan saat harga berada di bawah HAP, serta pentingnya penyelarasan data harga antara yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kondisi riil di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan dihimpun dan segera dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

“Semua masukan dari pelaku usaha sudah kami terima dan akan kami sampaikan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dongkrak Omset Penjualan Pelaku UMKM, Desa Sejahtera Astra bersama BUMDesma Berikan Pelatihan Digital Marketing di Nglegok

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan mendorong agar kebijakan yang diambil nantinya dapat selaras dengan kondisi riil yang dihadapi peternak di lapangan.

Pemkab Blitar menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak di daerah. (riz)