PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar menyampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Senin (28/9/2026). Belanja daerah direncanakan Rp2,39 triliun, dengan pertanian, infrastruktur, pelayanan dasar dan tata kelola menjadi fokus pembangunan.
Bupati Blitar, Rijanto mengatakan RAPBD 2027 disusun untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan.
Sektor pertanian diarahkan tidak hanya pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pengolahan hasil, akses pasar dan perluasan kesempatan kerja, termasuk melalui penguatan peternakan, perikanan dan usaha pengolahan berbasis potensi lokal.
“Peningkatan produktivitas perlu diikuti pengolahan hasil, penguatan akses pasar, dan perluasan kesempatan kerja,” kata Rijanto.
Untuk infrastruktur, dari belanja modal Rp146,224 miliar, sebesar Rp91,605 miliar dialokasikan untuk jalan, jaringan dan irigasi guna memperkuat konektivitas, mendukung ekonomi dan pelayanan publik.
Prioritas lainnya mencakup percepatan penurunan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan penanganan stunting, serta penguatan tata kelola, PAD dan harmoni sosial melalui peningkatan pelayanan, digitalisasi dan pengawasan.
Pendapatan daerah ditargetkan Rp2,335 triliun, terdiri atas PAD Rp568,108 miliar dan transfer Rp1,767 triliun. Belanja Rp2,390 triliun terdiri dari belanja operasi Rp1,872 triliun, belanja modal Rp146,224 miliar, belanja tidak terduga Rp7 miliar dan belanja transfer Rp365,509 miliar.
Pemkab menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,10 persen, IPM 74,90, kemiskinan 7,34 persen, TPT 4,44 persen dan Indeks Gini 0,350.
Rijanto menegaskan keterbatasan fiskal membuat belanja harus disusun cermat dan berorientasi hasil. Defisit Rp55,39 miliar direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dari SiLPA tahun sebelumnya. (riz)






