free web hit counter
""

P3APPKB KABUPATEN BLITAR BEKALI MASYARAKAT JADI GARDA DEPAN LINDUNGI ANAK DAN PEREMPUAN DARI KEKERASAN SEKSUAL

PersadaFM – Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Blitar masih menjadi perhatian serius. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Pendopo Hand Asta Sih, Rabu (3/9/2025).

Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat agar mampu melindungi anak dan perempuan, serta menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual.

Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ninik Rijanto, hadir bersama Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Arina Andriani Beky Herdihansah. Ninik menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama perlindungan anak.

“Kasus kekerasan seksual masih tinggi. Keluarga dan masyarakat harus siap melindungi anak-anak. Dalam pelatihan ini, peserta belajar cara mendampingi anak, mengawasi penggunaan gadget, mencegah paparan pornografi, serta memberikan dukungan psikologis bagi korban. Semua ini penting agar keluarga dan komunitas lebih aman dan tanggap terhadap kekerasan,” ujar Ninik.

Plt Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Blitar, Hankam Indoro, menambahkan peserta pelatihan berasal dari PKK se-Kabupaten Blitar, Puspaga, serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya paham teori, tetapi juga siap bertindak. Sinergi keluarga, kader, dan pemerintah sangat penting agar penanganan kasus bisa cepat dan tepat. Pelatihan ini sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk melindungi anak dan perempuan,” jelas Hankam.

Selain itu, kegiatan ini juga memberi kesempatan peserta untuk berbagi pengalaman, mempelajari teknik pendampingan korban, serta memahami langkah-langkah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta semakin siap menjadi garda terdepan perlindungan anak dan perempuan, serta mampu membangun lingkungan yang aman, sehat, dan peduli terhadap potensi ancaman kekerasan seksual. (riz)

Baca Juga :  BIAYA TEBUS KANTONG DARAH DI UDD PMI DIGUNAKAN UNTUK OPERASIONAL DAN UJI KELAYAKAN DARAH