free web hit counter
""

20 Insiden di Kuartal I 2026, KAI Daop 7 Madiun Serukan Disiplin Tanpa Kompromi di Perlintasan

PersadaFM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali mengingatkan pentingnya disiplin pengguna jalan di perlintasan sebidang. Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya angka insiden yang terjadi sepanjang awal tahun 2026.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut hingga Kuartal I 2026 telah terjadi 20 insiden di wilayah Daop 7 Madiun. Dari jumlah tersebut, 16 kejadian terjadi di perlintasan sebidang dan 4 kejadian di jalur kereta api (ruang manfaat jalur).

“Dominasi kejadian di perlintasan menunjukkan bahwa disiplin pengguna jalan masih menjadi persoalan utama,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia merinci, dari 16 insiden di perlintasan sebidang tersebut, terdapat 6 kasus kereta tertemper kendaraan, 2 kasus palang pintu tertabrak, serta 8 kejadian kendaraan mogok saat melintas.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren ini belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Sepanjang 2025, tercatat 24 insiden di wilayah Daop 7 Madiun, dengan 16 korban meninggal dunia maupun luka-luka, serta melibatkan 7 kendaraan dan 1 hewan.

Menurut Tohari, rendahnya kesadaran dan kehati-hatian pengguna jalan masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan di perlintasan sebidang.

Sebelumnya Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, juga menegaskan larangan membuka kembali perlintasan ilegal yang telah ditutup. Tindakan tersebut berbahaya dan melanggar hukum.

“Perlintasan ilegal yang sudah ditutup tidak boleh dibuka kembali karena berisiko besar terhadap keselamatan,” tegasnya.

Selain itu, KAI mengingatkan bahwa sesuai regulasi, perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib berhenti saat sinyal aktif dan tidak diperkenankan berada di ruang manfaat jalur rel.

KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengambil risiko saat melintasi perlintasan, dengan selalu berhenti, memastikan kondisi aman, dan mendahulukan perjalanan kereta api. (riz)

Baca Juga :  Badan Siber dan Sandi Negara Gelar Bimtek Peningkatan SDM di Blitar