free web hit counter
""

Kasus Leptospirosis di Kabupaten Blitar Meningkat, Selama Januari–April 2026 Tiga Penderita Dilaporkan Meninggal Dunia

PersadaFM – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat peningkatan kasus leptospirosis selama periode Januari hingga April 2026. Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, tercatat enam kasus leptospirosis ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar. Dari jumlah tersebut, tiga penderita dinyatakan sembuh, sementara tiga lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, mengatakan jumlah kasus tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinas Kesehatan hanya mencatat dua kasus leptospirosis.

“Selama Januari sampai April 2026 tercatat ada enam kasus leptospirosis. Tiga orang dinyatakan sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya ada dua kasus,” kata Anggit.

Ia menjelaskan, kasus leptospirosis yang ditemukan tahun ini berasal dari beberapa wilayah, yakni Kecamatan Kesamben, Selopuro, Doko, dan Sutojayan. Penyebaran kasus di sejumlah kecamatan tersebut menjadi perhatian karena terjadi peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Meski jumlah kasus meningkat dan menimbulkan korban jiwa, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus leptospirosis.

“Belum ada keputusan untuk menetapkan status KLB. Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan kasus yang ada,” ujarnya.

Anggit menilai, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu peningkatan kasus leptospirosis. Kondisi lingkungan yang lembap dan genangan air dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri Leptospira yang umumnya ditularkan melalui urine hewan, terutama tikus.

Selain faktor cuaca, pengendalian vektor penyakit juga menjadi perhatian. Menurutnya, pengendalian populasi tikus perlu ditingkatkan agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

Baca Juga :  Hasil Rekapitulasi BIPIH, Kabupaten Blitar Mendapat Kuota Calon Jemaah Haji Sebanyak 811 Orang dan 45 Cadangan

“Tingginya curah hujan dan pengendalian vektor, utamanya tikus, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus leptospirosis,” tambah Anggit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di lokasi yang berisiko terpapar, seperti area persawahan atau saluran air. (riz)