PersadaFM – Masuki musim kemarau yang diperkirakan terjadi perubahan cuaca tidak menentu, menjadi potensi pengaruh kesehatan masyarakat. Pasalnya kondisi ini dapat memicu penurunan imun atau daya tahan tubuh.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anggit Ditya Putranto mengingatkan antisipasi sejak dini.
“Cuaca panas berkepanjangan serta perubahan suhu ekstrem berpotensi memicu gangguan kesehatan akibat dehidrasi maupun metabolisme tubuh saat adaptasi perubahan suhu,” jelas Anggit, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya penting untuk menjaga pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi air putih hingga melakukan aktivitas fisik.
“Perlu diperhatikan asupan makanan bergizi seimbang dan tetap diimbangi olahraga ringan,” imbuhnya.
Terutama asupan mineral dalam tubuh saat beraktifitas diluar ruangan. Hal itu lantaran memicu terjadinya proses perspirasi atau keluarnya cairan dalam tubuh untuk menjaga suhu secara alami.
“Selain konsumsi mineral yang cukup, nutrisi seperti karbohidrat dan protein tetap harus dipenuhi agar tubuh tetap bugar saat menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah,” tutupnya. (zis/riz)






