free web hit counter
""

Deklarasi SPMB “TOBAT”, Pemkab Blitar Tegaskan Sistem Penerimaan Siswa Tanpa Titipan dan Gratifikasi

PersadaFM — Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan memperkuat komitmen pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan mendeklarasikan program bertajuk “TOBAT” (Transparan, Objektif, Berkeadilan, Akuntabel, Tanpa Diskriminasi).

Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari edaran Menteri Pendidikan serta implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025.

Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa seluruh pihak harus mendukung penuh pelaksanaan SPMB sesuai aturan yang berlaku. Ia menekankan tidak ada ruang bagi praktik yang menyimpang dari ketentuan.

“Ini kesempatan kita menata tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik. Apa pun yang tidak sesuai dengan aturan SPMB tentu tidak kita sepakati,” ujarnya.

Menurut Bupati, deklarasi “TOBAT” menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan sistem pendidikan yang bersih, adil, dan berintegritas. Ia berharap semangat ini tidak hanya diterapkan di Kabupaten Blitar, tetapi juga dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, menjelaskan bahwa deklarasi ini juga diikuti langkah konkret di tingkat satuan pendidikan. Salah satunya melalui kampanye masif yang menegaskan prinsip “no titip, no jastip” dalam proses penerimaan siswa.

Ia menambahkan, sejumlah sekolah telah mulai menyosialisasikan komitmen tersebut, seperti yang dilakukan UPT SMPN 1 Kesamben yang menyatakan kesiapan menjalankan SPMB “TOBAT” untuk tahun ajaran 2026/2027.

Dalam kampanye tersebut juga ditegaskan penolakan terhadap gratifikasi, titipan, dan jasa titip (jastip).

“Karena berbasis aplikasi, semua pihak bisa mengawasi secara langsung. Tidak hanya internal, masyarakat juga punya peran dalam pengawasan,” imbuh Agus.

Dengan penguatan komitmen ini, Pemkab Blitar berharap pelaksanaan SPMB ke depan semakin transparan, profesional, serta mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. (riz)

Baca Juga :  Hampir Dirampas Jepang, Satu dari Tiga Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tersimpan di Layanan Memorabilia Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar