PersadaFM – Sebanyak 205 anak bersiap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kota Blitar selama dua pekan. Durasi tersebut dirancang untuk membantu siswa, terutama yang lama meninggalkan pendidikan formal, kembali beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat kepada Kota Blitar sebagai salah satu penyelenggara Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah ini menjadi bentuk keberpihakan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
” Putra-putrinya disekolahkan di Sekolah Rakyat, orang tua tidak perlu khawatir,” kata Syauqul, Sabtu (15/08/2026).
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono, mengatakan MPLS dibuka 15 Agustus 2026 dan telah dipersiapkan melalui koordinasi lintas OPD. Data terbaru mencatat 205 siswa, terdiri dari calon siswa wilayah Blitar serta titipan dari Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Sebelum MPLS, seluruh siswa menjalani cek kesehatan gratis. Setelah MPLS, mereka mengikuti psikotes dan asesmen diagnostik sebelum melanjutkan matrikulasi.
“Jadi MPLS-nya dua minggu, lanjut nanti matrikulasi. Setelah selesai MPLS baru ada psikotes dan guru-guru melakukan asesmen diagnostik,” jelas Johan.
MPLS dua pekan disesuaikan dengan latar belakang siswa yang mayoritas berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, anak rentan putus sekolah, maupun yang telah lama meninggalkan pendidikan formal. Pendampingan mencakup pembiasaan kedisiplinan, norma sekolah dan adaptasi terhadap lingkungan belajar.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi-entry multi-exit. Penempatan kelas mempertimbangkan kemampuan siswa melalui asesmen diagnostik, bukan hanya usia. Siswa yang mengalami ketertinggalan pendidikan namun memiliki kemampuan belajar cepat juga berpeluang mengikuti program akselerasi. (riz)






