free web hit counter
""

PESANAN KOSTUM KARNAVAL DI KOTA BLITAR MENURUN, DAMPAK ATURAN PEMBATASAN PENGGUNAAN SOUND SYSTEM

PersadaFM – Dampak dari pembatasan sound karnaval membuat pengguna jasa persewaan kostum dan baju adat di Kota Blitar menurun. Bahkan sejumlah pesanan terpaksa dibatalkan usai masyarakat gagal menyelenggarakan karnaval dan sound horeg di wilayahnya.

Agus Anggoro Triono, atau yang akrab disapa Salim salah satu pemilik persewaan baju adat dan karnaval di Kota Blitar menjadi salah satu pengusaha yang terdampak larangan sound horeg. Saat dikunjungi di galerinya pada Rabu (13/8/2025) Salim menyampaikan jika biasanya pemesanan kostum untuk mengiringi sound horeg cukup tinggi pada bulan Agustus hingga September. Namun di tahun ini pesanan terus menurun, hingga terjadi pembatalan.

Beruntung persewaan kostum yang sudah ada sejak tahun 2012 ini telah dikenal hingga berbagai wilayah, termasuk di luar Blitar. Pria berusia 35 tahun tersebut menyebutkan jika saat ini pesanan telah datang dari berbagai wilayah termasuk diluar Provinsi Jawa Timur, seperti Blora, Jogja dan lain sebagainya.

Salim menjelaskan jika saat ini jumlah pesanan kostum untuk karnaval telah mencapai 1000 set.

Sekitar 70% kostum yang dimilikinya merupakan hasil buatan Salim bersama timnya. Melalui usaha persewaan kostum ini, pria yang membuka galeri di jalan Jati, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar tersebut mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah. Bahkan untuk pesanan di tanggal tertentu terutama akhir pekan, Salim sampai menolak pelanggan karena seluruh kostumnya telah dipesan. (zis/riz)

Baca Juga :  Menjabat Sebagai Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo PS Bakal Tingkatkan Program yang Sudah Berjalan