PersadaFM – Pelaksanaan Piala Soeratin Jawa Timur 2026 kelompok usia U-13 dan U-15 menuai sorotan dari Askab PSSI kabupaten Blitar. Setiap tim peserta disebut harus membayar Rp6 juta untuk mengikuti putaran tingkat provinsi.
Wakil Ketua Askab PSSI Kabupaten Blitar, Prianto Akbar, mengatakan kebijakan tersebut membuat pihaknya kaget. Menurutnya, biaya Rp6 juta per tim merupakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dalam pelaksanaan Piala Soeratin di Jawa Timur.
“Kami sangat kaget, Mbak, dengan keputusan Plt Ketua Asprov Jatim yang sudah memberikan surat kepada Askab/Askot di seluruh Jawa Timur. Untuk Piala Soeratin U-13 dan U-15 per tim ada pendaftaran Rp6 juta,” ujar Prianto.
Menurut Prianto, nominal tersebut cukup berat karena Rp6 juta baru sebatas biaya pendaftaran. Klub masih harus menanggung kebutuhan lain seperti konsumsi pemain, transportasi hingga penginapan apabila pertandingan digelar di luar daerah.
“Itu hanya pendaftaran. Biasanya enggak ada. Belum nanti konsumsinya anak-anak, nginapnya berapa hari, transportasi, belum biaya penginapan kalau main di luar daerah. Aduh, berat. Berat pokoknya,” tegasnya.
Ia menyebut Askab PSSI Kabupaten Blitar sebelumnya sudah mengeluarkan tenaga, pikiran dan anggaran terbatas untuk menggelar kompetisi internal. Namun, setelah menghasilkan wakil ke tingkat provinsi, klub kembali harus menyiapkan biaya Rp6 juta.
Prianto juga mengaitkan kondisi tersebut dengan Asprov PSSI Jawa Timur yang saat ini dipimpin Plt. Menurutnya, Asprov tidak dapat menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun mencari sponsorship seperti tahun-tahun sebelumnya.
Untuk Kabupaten Blitar, Bima Putra Jatinom menjadi juara U-13, sedangkan Putra Gemilang Ponggok menjuarai kelompok U-15. Keduanya akan menjadi wakil Blitar pada putaran Jawa Timur yang mempertemukan para juara dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
Kabupaten Blitar tidak menjadi tuan rumah putaran tersebut. Lokasi pertandingan juga masih belum dipastikan, meski salah satu opsi disebut berada di Jember. (riz)






