PersadaFM – Prosesi Bedhol Pusoko kembali mewarnai peringatan Hari Jadi ke-702 Blitar. Dua pusaka utama, yakni Serat Kekancingan dan Panji Lambang Daerah, dikirab sebagai simbol legalitas, kedaulatan, dan identitas Kabupaten Blitar.
Pusaka dikeluarkan dari Gedong Pusoko oleh Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, lalu diserahkan kepada pasukan Bhayangkara untuk dikirab menuju Pendopo Sasana Adhi Praja (SAP) atau Istana Kepangeranan melewati sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar.
Ketua Panitia Hari Jadi, Suhendro Winarso, mengatakan Serat Kekancingan melambangkan legalitas berdirinya Blitar, sedangkan Panji Lambang Daerah menjadi simbol kedaulatan dan identitas pemerintahan. Menurutnya, Bedhol Pusoko menjadi sarana memperkenalkan sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap daerahnya.
Rangkaian Bedhol Pusoko juga diisi tirakatan, tahlil, dan pembacaan Serat Ambiya sebagai doa untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Blitar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menambahkan Bedhol Pusoko menjadi momentum memperkuat nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan masyarakat. Prosesi diakhiri dengan Wisuda Anang Agung dan simbolisasi Pepean Agung sebagai lambang kedekatan pemimpin dengan rakyat.
Melalui tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap warisan sejarah dan nilai-nilai luhur leluhur tetap lestari serta memperkuat jati diri masyarakat. (riz)






