PersadaFM – Blitar Creativ Forum mendorong optimalisasi bangunan cagar budaya di Kota Blitar sebagai ruang kreatif sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Hal ini dibahas dalam diskusi pengembangan ruang publik dan tindak lanjut Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Senin (7/9/2026) di Cafe Onderan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Upi Suprianto, mengatakan pemanfaatan cagar budaya perlu didukung kolaborasi pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat melalui konsep hexahelix.
“Yang kita diskusikan salah satunya pengembangan ruang publik, kemudian bagaimana hasil Rakernas JKPI ini bisa kita konkretkan, terutama keterlibatan hexahelix,” ujar Upi.
Salah satu objek yang dibahas adalah Museum PETA. Area belakang museum diharapkan dapat diaktifkan melalui kolaborasi komunitas dengan konsep living museum, seperti menghadirkan film, lukisan, koleksi, dan materi sejarah tentang PETA.
Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar sekaligus Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Blitar, Ni’am Fauzi menambahkan keterlibatan komunitas penting untuk menjaga keberlangsungan cagar budaya dan warisan budaya takbenda.
“Pada akhirnya kita berkolaborasi dengan komunitas dan masyarakat untuk menjaga, karena bangunan cagar budaya dan warisan budaya takbenda ini merupakan milik masyarakat,” jelasnya.
Blitar Creativ Forum yang telah menjadi wadah komunitas ekonomi kreatif selama sekitar 10 tahun juga berencana memperluas diskusi ke Kabupaten Blitar dan mendorong terbentuknya jejaring kota serta kabupaten kreatif. (riz)






