PersadaFM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar mulai menjajaki kerja sama dengan Perum Damri untuk memperkuat layanan angkutan pelajar pada 2027. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas jangkauan layanan transportasi bagi siswa, terutama di wilayah pinggiran yang hingga kini belum terlayani secara optimal.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, mengatakan penjajakan kerja sama akan segera dilakukan dengan General Manager Perum Damri Ponorogo. Selain membahas rencana pembukaan trayek wisata, pertemuan tersebut juga akan difokuskan pada peluang penyediaan armada angkutan pelajar.
Menurut Puguh, kebutuhan angkutan pelajar di Kabupaten Blitar masih cukup besar. Saat ini Dishub masih melakukan pemetaan trayek yang membutuhkan layanan tambahan agar semakin banyak pelajar dapat memanfaatkan transportasi umum yang aman dan terjangkau.
“Trayek kita masih terbatas. Masih banyak wilayah seperti Wates, Panggungrejo, Binangun, dan daerah-daerah pinggiran lainnya yang belum terlayani, padahal kebutuhan angkutan pelajar di sana cukup tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Perum Damri menyambut baik rencana tersebut. Bahkan, pihak Damri menawarkan armada yang sudah tidak lagi digunakan di daerah lain untuk dialihkan ke Kabupaten Blitar apabila kerja sama dapat direalisasikan.
“Damri justru menanyakan kebutuhan kita berapa armada. Nanti kami hitung sesuai kebutuhan trayek dan kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Puguh menilai keberadaan angkutan pelajar memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan siswa menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Selain lebih efisien, layanan tersebut juga mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Menurutnya, angkutan pelajar juga menjadi sarana membangun budaya disiplin bagi siswa karena mereka harus menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal operasional bus.
“Yang paling utama adalah keselamatan. Dengan angkutan pelajar, risiko kecelakaan bisa ditekan. Selain itu, anak-anak juga belajar disiplin karena harus sudah berada di titik penjemputan sesuai jadwal,” jelasnya.
Saat ini Kabupaten Blitar telah mengoperasikan sekitar 12 armada angkutan pelajar yang terdiri atas bus bantuan pemerintah, armada hasil sewa, serta bus berukuran kecil yang melayani jalur-jalur dengan kondisi medan terbatas, termasuk rute Doko. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh wilayah.
Apabila proses penjajakan berjalan lancar dan mendapat dukungan anggaran, kerja sama dengan Perum Damri ditargetkan dapat direalisasikan mulai 2027 untuk memperkuat layanan angkutan pelajar di Kabupaten Blitar. (riz)






