free web hit counter
""

Kejar Target 6.100 Hektare Tebu, Kabupaten Blitar Andalkan Benih Unggul dan Percepatan Tanam

PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat sektor pertanian tebu sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada gula nasional. Tahun ini, pengembangan areal tebu di Kabupaten Blitar ditargetkan mencapai 6.100 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menjelaskan sekitar 5.500 hektare dialokasikan untuk program bongkar ratoon dan sekitar 500 hektare untuk perluasan areal tanam. Menurutnya, percepatan tanam menjadi langkah penting untuk mencapai target tersebut.

“Untuk Blitar sendiri targetnya 6.100 hektare. Sekitar 5.500 hektare untuk bongkar ratoon dan sisanya perluasan. Memang ini terus kami kebut agar target bisa tercapai,” ujar Setiyana.

Selain perluasan lahan, penguatan sektor tebu juga dilakukan melalui pengembangan kebun benih dasar seluas 250 hektare yang tersebar di 54 titik di Kabupaten Blitar. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan benih berkualitas sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman tebu.

Setiyana mengatakan benih yang digunakan telah tersertifikasi, termasuk varietas unggulan AAS Agribun yang memiliki produktivitas tinggi, rendemen optimal, tahan penyakit, serta kemampuan ratoon yang baik.

“Benih unggul menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas tebu. Kami juga terus mendorong petani memanfaatkan teknologi pertanian dan pola budidaya modern,” katanya.

Benih tebu yang digunakan berasal dari Kebun Benih Dasar (KBD) bersertifikat milik CV Lang Buana sebagai bagian dari dukungan penyediaan benih unggul bagi petani tebu di Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Direktur CV Lang Buana, Bambang Setyawan, memastikan ketersediaan bibit tebu di Kabupaten Blitar dalam kondisi aman untuk mendukung target pengembangan tebu yang telah ditetapkan. Saat ini tersedia kebun benih seluas sekitar 250 hektare yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan tanam sekitar 1.500 hingga 2.000 hektare pada periode Mei hingga Juli.

Baca Juga :  Laksanakan Adiekspor 2023, Disperindag Kabupaten Blitar Datangkan Pemateri dari Bidang Eksportir

“Penyediaan bibit di Kabupaten Blitar lumayan banyak. Kami mempunyai sekitar 250 hektare kebun benih yang bisa dipakai untuk kebutuhan tanam 1.500 sampai 2.000 hektare,” ujar Bambang Setyawan.

Ia menambahkan, untuk kebutuhan Agustus hingga November juga telah disiapkan sekitar 140 hektare kebun benih tambahan. Langkah tersebut dilakukan karena pola tanam petani di Kabupaten Blitar tidak berlangsung serentak, dengan puncak kebutuhan bibit biasanya terjadi pada awal musim hujan.

“Kebutuhan bibit petani tidak serempak. Karena itu penyediaannya kami siapkan bertahap agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” tambahnya.

Melalui percepatan tanam, dukungan benih unggul, serta sinergi berbagai pihak, Kabupaten Blitar optimistis target pengembangan tebu dapat tercapai sekaligus mendukung program swasembada gula nasional. (riz)