PersadaFM — Gelaran Kebun Seni bertajuk The Next Master of Wayang sukses menghidupkan kembali suasana kreativitas di Rumah Blitar Kreatif, kawasan Kawedanan Wlingi.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi komunitas ekonomi kreatif, pelaku seni, hingga pelaku UMKM lokal yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Bupati Blitar Drs. Rijanto, MM mengaku kagum sekaligus terharu melihat potensi besar generasi muda yang tampil dalam kegiatan tersebut. Ia mengingat kembali awal berdirinya Rumah Blitar Kreatif yang dulu digagas sebagai wadah kreativitas masyarakat namun sempat belum berkembang maksimal.
Kini, menurutnya, aspirasi tersebut mulai terwujud melalui kolaborasi komunitas dan pelaku seni yang mampu menghadirkan kegiatan kreatif sekaligus berdampak ekonomi bagi masyarakat.
“Anak-anak kita punya kreasi luar biasa. Tadi saya lihat langsung siswa SMP dan SMA sudah mampu menjadi dalang, waranggono, hingga pengrawit. Ini kader generasi emas kita menuju Indonesia 2045,” ujarnya.
Ia menekankan potensi tersebut perlu pendampingan agar bakat generasi muda tidak berhenti di tengah jalan. Pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen diminta turut hadir memberikan dukungan agar generasi muda dapat berkembang maksimal.
Selain pertunjukan seni tradisi, kegiatan juga menghadirkan pameran UMKM, seni rupa, bonsai, serta aneka kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat. Aktivitas tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Blitar, Argo Wahyu Jati Kusumo, menjelaskan kegiatan Kebun Seni merupakan kolaborasi Komite Ekraf dengan sanggar seni dari Garum yang membawa sepuluh murid untuk tampil mendalang selama dua hari.
Sejak 29 Januari, rangkaian kegiatan juga diisi pameran UMKM, seni rupa, hingga bonsai, dengan tujuan menghidupkan kembali kemegahan kawasan Kawedanan Wlingi sebagai pusat aktivitas seni dan ekonomi kreatif.
“Harapannya, keramaian ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, bahkan menarik pengunjung dari luar Wlingi,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan ditutup dengan konser musik yang menampilkan musisi lokal Blitar Abon John bersama sejumlah musisi dari Yogyakarta, Malang, dan Surabaya sebagai puncak acara Kebun Seni.
Komite Ekraf sendiri menyebut kegiatan ini menjadi pemantik agar komunitas kreatif di berbagai wilayah Kabupaten Blitar kembali aktif dan terus berkembang di masa mendatang. (riz)






