free web hit counter
""

143 ORANG DIAMANKAN, KAPOLRES BLITAR KOTA : YANG TERJADI PENYERANGAN, BUKAN DEMONSTRASI

PersadaFM – Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) dini hari bukanlah demonstrasi, melainkan aksi anarkis yang berujung penyerangan terhadap instansi negara.

“Ini bukan demo. Demo itu ada tata caranya, ada orasi, ada penyampaian pendapat di depan umum, waktunya juga diatur sampai pukul 18.00 WIB. Kalau yang kemarin itu massa datang langsung menyerang, melempar, berusaha membakar. Itu penyerangan terhadap kantor kami,” tegasnya, Minggu (1/9).

Kapolres menyebut total ada 143 orang yang diamankan. Dari jumlah itu ada juga anak di bawah umur, serta dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi minuman keras maupun narkoba.

“Anak-anak ini alhamdulillah dalam keadaan sehat, tapi sebagian masih belum sadar sehingga belum bisa diperiksa,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, banyak di antara massa tersebut juga terlibat dalam aksi pembakaran di beberapa lokasi lain, termasuk Polres Kediri Kota, DPRD Kediri Kota, Samsat Kediri, Pare, DPRD Kabupaten Kediri, hingga DPRD Kabupaten Blitar. Bahkan ada yang datang dari luar daerah, seperti Jawa Tengah.

Aksi anarkis itu menimbulkan kerusakan fasilitas umum, termasuk penghancuran CCTV di sepanjang Jalan Supriadi. Massa juga menggunakan pentungan dan mencabut rambu jalan untuk dilempar ke arah petugas. Akibatnya, 14 anggota Polres Blitar Kota terluka, mulai dari terkena lemparan batu, senapan angin, hingga luka di kepala.

“Sekali lagi saya tegaskan, ini bukan demo. Ini penyerangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Mari kita jaga Kota Blitar agar tidak terprovokasi,” ujar Kapolres. (riz)

Baca Juga :  SATPOL PP KOTA BLITAR RAZIA PULUHAN ARAK TANPA LABEL YANG DIJUAL DI KOTA BLITAR