PersadaFM – Al Divi Rarindrayana, siswa kelas 10 di MTsN 1 Kota Blitar, membuktikan bahwa dunia pendidikan berbasis madrasah juga mampu melahirkan talenta global di bidang teknologi. Di usianya yang baru 16 tahun, Divi sukses merintis jasa animasi digital yang diminati klien internasional, terutama dari Amerika dan Eropa.
Berawal dari kegemarannya bermain gim sejak duduk di bangku SD, Divi justru tertarik bukan pada permainannya, melainkan pada gerakan karakter dan animasi di dalam gim.
“Awalnya saya suka main gim, tapi kemudian penasaran bagaimana cara karakter itu bisa bergerak. Dari situ saya mulai belajar animasi secara otodidak,” kata Divi.
Perlahan namun pasti, kemampuannya berkembang. Ia mulai menerima pesanan animasi khususnya untuk gim Roblox sejak September tahun lalu, dengan tarif mulai 8 dolar AS per animasi. Kini, ratusan proyek telah ia selesaikan, dan sebagian besar berasal dari luar negeri.
Divi selalu menomorsatukan tanggung jawab sekolahnya. “Kalau ada tugas sekolah, saya selesaikan dulu. Baru setelah itu lanjut kerjaan animasi,” tuturnya.
Atas prestasinya, Divi mendapat kunjungan langsung dari Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Senin (2/6/2025). Dalam kunjungan tersebut, Emil memberikan apresiasi kepada Divi dan keluarganya yang telah mendukung minat positif sang anak.
“Kami datang untuk menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena telah membuktikan bahwa anak madrasah juga bisa mendunia. Ini hasil dari bimbingan orang tua dan semangat belajar yang luar biasa,” ujar Emil.
Ia juga menambahkan bahwa ketika anak bermain gim, peran orang tua sangat menentukan arah perkembangan. “Bisa dilarang, bisa juga diarahkan. Dan ini contoh ketika anak diarahkan dengan tepat, hasilnya luar biasa,” katanya.
Kisah Divi menjadi cerminan bahwa siswa madrasah pun mampu bersaing di dunia global jika diberi ruang dan dukungan untuk mengeksplorasi potensi di bidang teknologi dan kreativitas. (riz)






