PersadaFM – Pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Nglegok dan sebagian Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (19/7/2026) pagi, dipicu oleh layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik tegangan menengah.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blitar, Bayu Arif Ismawan, mengatakan petugas segera melakukan penelusuran setelah menerima laporan gangguan. Hasil pemeriksaan menunjukkan layang-layang yang tersangkut di jaringan menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik di wilayah tersebut.
Menurut Bayu, layang-layang yang mengenai jaringan listrik tidak hanya dapat menyebabkan pemadaman, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Risiko yang ditimbulkan meliputi sengatan listrik hingga potensi kebakaran apabila terjadi gangguan pada jaringan.
Karena itu, PLN mengimbau masyarakat agar tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. Warga diminta memilih lokasi bermain di area terbuka yang jauh dari kabel listrik serta tidak menggunakan benang berbahan kawat, logam, atau material lain yang dapat menghantarkan arus listrik.
“Apabila layang-layang tersangkut di jaringan listrik, jangan mencoba mengambilnya sendiri karena sangat berbahaya. Segera laporkan kepada petugas PLN agar dapat ditangani dengan aman,” ujar Bayu.
PLN juga mengajak para orang tua untuk mengawasi anak-anak saat bermain layang-layang agar tidak memilih lokasi di dekat jaringan listrik. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. (riz)






