PersadaFM – Menyusul laporan kasus keracunan di beberapa daerah, Pemerintah Kabupaten Blitar mengambil langkah tegas untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan sesuai standar.
Program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo ini mulai diimplementasikan di Kabupaten Blitar, dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, MBG juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program ini membawa dampak ekonomi yang cukup besar. Setiap dapur MBG bisa membuka lapangan kerja bagi sekitar 50 orang dari lingkungan sekitar,” ujar Bupati Blitar, Rijanto, pada Senin (6/10/2025).
Ia menjelaskan, jika seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan beroperasi, maka akan tercipta ribuan kesempatan kerja baru di Kabupaten Blitar.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Blitar telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pendampingan serta pengawasan di lapangan. Tim ini akan memastikan semua proses berjalan sesuai protokol kesehatan dan keamanan pangan.
“Kami ingin memastikan setiap tahap berjalan dengan pengawasan yang memadai. Untuk itu, tim pengawas sudah mulai bekerja, termasuk dari dinas kesehatan,” terang Rijanto.
Bupati menekankan pentingnya pengawasan ketat terutama di fase awal pelaksanaan. Ia mengakui kemungkinan adanya kekurangan, namun menilai hal itu sebagai bagian dari proses penyempurnaan.
“Setiap program baru pasti butuh waktu untuk penyesuaian. Yang terpenting adalah kita bergerak cepat dalam melakukan evaluasi dan perbaikan,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Blitar menargetkan sebanyak 80 hingga 85 dapur MBG dapat segera beroperasi penuh di seluruh wilayah. Dengan sistem yang terstruktur dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pelaksanaan MBG di Blitar dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. (riz)






