free web hit counter
""

Harga Telur Puyuh Ambyar, Demi Kurangi Beban Operasional, Peternak Puyuh Blitar Bagikan 2.400 Ekor Burung Gratis

PersadaFM – Puluhan peternak burung puyuh di Kabupaten Blitar mengambil langkah tak biasa untuk mengurangi beban operasional di tengah anjloknya harga telur puyuh. Sebanyak 2.400 ekor burung puyuh dibagikan secara gratis kepada masyarakat di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026).

Aksi tersebut dilakukan karena harga telur puyuh di tingkat peternak terus merosot selama tiga bulan terakhir. Saat ini harga hanya berkisar Rp16.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp22.000 per kilogram. Kondisi itu diperparah dengan tingginya harga pakan yang membuat biaya produksi terus meningkat.

Koordinator aksi, Arif, mengatakan pembagian ribuan burung puyuh merupakan langkah yang terpaksa diambil agar kerugian yang dialami peternak tidak semakin besar. Menurut Arif, selisih harga sebesar Rp6.000 per kilogram membuat hasil penjualan telur tidak lagi mampu menutup biaya produksi. Karena itu, sebagian peternak memilih mengurangi populasi ternaknya dengan membagikan burung puyuh kepada masyarakat. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan harga telur puyuh di tingkat peternak serta menjaga stabilitas harga pakan. Menurutnya, hingga kini peternak puyuh belum memperoleh perhatian sebagaimana komoditas peternakan lainnya.

“Selama tiga bulan ini harga telur puyuh di tingkat peternak hanya mencapai Rp16 ribu per kilogram. Harga ini jauh dari HAP yang ditetapkan pemerintah yakni Rp22 ribu per kilogram. Kondisi ini diperparah dengan mahalnya harga pakan. Sehingga daripada terus-menerus merugi, kami para peternak memilih untuk menyedekahkan peliharaan kami ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Peternak puyuh lainnya, Ahmad, mengatakan kondisi di lapangan semakin berat setelah harga telur kembali turun dalam sepekan terakhir. Jika sebelumnya masih berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, kini hanya Rp16.000 per kilogram. Menurutnya, penurunan harga tersebut membuat banyak peternak kesulitan memenuhi biaya operasional harian. Bahkan, sejumlah peternak memilih melakukan afkir lebih awal terhadap burung puyuh yang masih produktif agar biaya pakan dapat ditekan.

Baca Juga :  Benda Diduga Mortir di Kali Lahar Berhasil Dievakuasi, Kapolres: Daya Ledaknya Tinggi

“Harga semakin anjlok. Dulu masih Rp18 ribu per kilogram, sekarang tinggal Rp16 ribu. Beberapa teman peternak akhirnya memilih afkir lebih awal untuk mengurangi biaya operasional. Kalau terus dipelihara, biayanya semakin besar sementara hasil penjualannya tidak menutup ongkos produksi,” ungkap Ahmad.

Aksi pembagian burung puyuh tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi warga mengantre untuk mendapatkan burung puyuh yang dibagikan secara cuma-cuma. Masing-masing warga memperoleh tiga hingga lima ekor burung puyuh. Salah seorang warga, Ita, mengaku bersyukur bisa mendapatkan burung puyuh setelah mengantre sejak pagi.

“Alhamdulillah dapat juga. Tadi antre sejak pukul 08.00 pagi, mau saya masak ini burung puyuhnya,” ujarnya.

Para peternak berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar harga telur puyuh kembali membaik. Tanpa adanya kebijakan yang berpihak kepada peternak, mereka khawatir semakin banyak usaha peternakan puyuh rakyat yang tidak mampu bertahan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual. (riz)