PersadaFM – Blitar menjadi saksi sejarah dalam peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Museum Bung Karno, Kompleks Makam Bung Karno, Sabtu (1/11/2025).
Acara dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, cucu Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno.
Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang gagasan Bung Karno yang pada tahun 1955 di Bandung menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam semangat solidaritas, kemerdekaan, dan keadilan dunia.
Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan di era modern. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar menjaga kedaulatan dan martabat bangsa.
“Bung Karno adalah pemimpin yang melahirkan gagasan besar, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia. KAA membuktikan bahwa dari bangsa yang baru merdeka, lahir suara bagi perdamaian dan keadilan dunia,” ujar Megawati.
Megawati juga mengajak generasi muda memahami nilai perjuangan Bung Karno agar nasionalisme tidak sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sementara itu, Romy Soekarno menyampaikan keterikatan batin yang kuat dengan Kota Blitar. Baginya, kota ini bukan sekadar tempat makam Bung Karno, tetapi tanah yang menyimpan semangat perjuangan dan akar ideologis seorang pemimpin besar.
“Blitar adalah rumah sejarah. Dari sini, Bung Karno menapaki jalan panjang perjuangan menuju kemerdekaan. Semangat itu tidak boleh padam,” kata Romy.
Romy menegaskan, semangat Konferensi Asia Afrika harus terus diwariskan kepada generasi muda agar Indonesia tetap teguh menghadapi perubahan dunia.
“Tantangan bangsa berbeda, tapi nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap menjadi kompas. Kita harus berani berdikari, menjaga kedaulatan, dan mengedepankan kemanusiaan,” tambahnya.
Ia juga berharap Blitar terus menjadi pusat inspirasi perjuangan kebangsaan dan pembelajaran nilai-nilai keindonesiaan.
Acara peringatan 70 Tahun KAA berlangsung khidmat dengan rangkaian penampilan seni budaya, pembacaan refleksi sejarah, dan pemutaran film dokumenter perjuangan Bung Karno. Semua kegiatan mengingatkan bahwa semangat KAA—merdeka, bersatu, dan bermartabat—tetap relevan hingga kini.
Dari Blitar, pesan Bung Karno kembali menggema ke seluruh penjuru negeri: “Bangunlah dunia baru yang penuh kedamaian, keadilan, dan persaudaraan antarbangsa.” (riz)






