free web hit counter
""

SOROTI KASUS HIV DIKALANGAN LELAKI SEKS LELAKI (LSL), MUI KABUPATEN BLITAR : INI BUKTI NYATA BAHAYA PENYIMPANGAN SEKSUAL

PersadaFM – Angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, khususnya dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL). Sejak tahun 2023 hingga Mei 2025, tercatat 96 kasus positif HIV di kalangan LSL, angka yang disebut Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar sebagai bukti nyata bahaya dari perilaku seksual menyimpang.

Humas MUI Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi menyebutkan, Islam tegas melarang hubungan sesama jenis dan menyebutnya sebagai perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT. Meningkatnya kasus HIV di kalangan pelaku hubungan sesama jenis dinilai sebagai konsekuensi yang sudah diingatkan dalam ajaran agama.

“Ini bukan soal pilihan pribadi. Ini soal kerusakan moral yang nyata, dan dampaknya menyebar bukan hanya ke pelaku, tapi ke masyarakat luas,” tegas Jamil Mashadi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar: Tahun 2023, 50 LSL positif HIV, Tahun 2024, 32 LSL positif HIV dan Januari–Mei 2025 ada 14 LSL positif HIV.

Namun MUI menilai, pendekatan kesehatan tidak cukup jika tidak disertai pendekatan keagamaan, pembinaan akhlak, dan penguatan peran keluarga.

“Kita tidak sedang bicara soal gaya hidup. Kita sedang bicara soal dosa yang dibungkus toleransi. Jangan sampai masyarakat kita dibuat bingung antara kasih sayang dan pembiaran terhadap penyimpangan,” tambah Jamil.

MUI Kabupaten Blitar mengajak semua pihak, pemerintah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk bersatu menjaga generasi muda dari perilaku menyimpang yang tak hanya membahayakan tubuh, tapi juga merusak jiwa dan masa depan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine Indrawati, mengatakan bahwa kelompok LSL kini menjadi penyumbang terbesar ketiga dalam total data ODHIV (Orang Dengan HIV), setelah populasi umum dan pasangan berisiko tinggi.

Baca Juga :  Belasan Calon Penumpang Kereta Api dari Blitar Menuju Jakarta Batal Berangkat Hari Ini

“Dari 92 kasus ODHIV yang tercatat selama Januari hingga Mei 2025, 14 di antaranya berasal dari kelompok LSL. Ini jadi perhatian utama kami. Kami menggandeng LSM untuk pendampingan dan pencegahan,” jelas Cristine. (riz)