PersadaFM – Angka kematian ibu di Kabupaten Blitar menunjukkan penurunan. Hingga September 2026, tercatat dua kasus kematian ibu, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai empat kasus. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengingatkan pentingnya mewaspadai penyakit kronis yang diderita perempuan sebelum merencanakan kehamilan.
Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Blitar, Etti Suryani, mengatakan dua kasus kematian ibu yang tercatat tahun ini disebabkan oleh faktor berbeda. Satu kasus akibat kanker payudara, sedangkan satu lainnya karena perdarahan saat persalinan. Dalam kasus perdarahan tersebut, bayi berhasil diselamatkan.
Menurut Etti, salah satu tantangan dalam menekan angka kematian ibu adalah kehamilan pada perempuan yang memiliki penyakit kronis atau penyakit penyerta di luar faktor kebidanan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi dan mengancam keselamatan ibu selama kehamilan.
“Yang masih menjadi kendala adalah ibu-ibu dengan risiko tinggi, terutama yang memiliki penyakit kronis di luar kebidanan. Ini masih menjadi persoalan yang cukup besar,” ungkap Etti.
Ia menjelaskan, selain penguatan edukasi, Dinkes Kabupaten Blitar juga terus meningkatkan mutu pelayanan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Dinkes berharap angka kematian ibu di Kabupaten Blitar dapat terus ditekan. (riz)






