PersadaFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar mulai memfokuskan pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada usaha-usaha tak kasat mata. Hingga Kamis (31/7), progres pendataan telah mencapai 70,3 persen dan kini memasuki tahap penyisiran untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat.
Kepala BPS Kabupaten Blitar, Anni Makrifah, mengatakan pendataan dilakukan secara door-to-door dengan menyasar seluruh keluarga dan unit usaha di setiap Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau tingkat RT.
“Usaha yang tertinggal biasanya karena tidak kasat mata, sehingga harus disisir kembali agar seluruh aktivitas ekonomi bisa terdata,” ujarnya.
Anni menjelaskan, usaha tak kasat mata merupakan usaha yang tidak memiliki toko, kantor, maupun papan nama, seperti jual beli online, content creator, afiliator, penjual di marketplace, jasa digital, hingga usaha rumahan yang dijalankan dari rumah menggunakan telepon seluler atau komputer.
Menurutnya, selama menghasilkan pendapatan, usaha tersebut tetap menjadi bagian dari cakupan Sensus Ekonomi 2026. Karena itu, metode door-to-door diperlukan untuk menjaring pelaku usaha yang belum tercatat dalam direktori usaha.
Meski pendataan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus 2026, BPS Kabupaten Blitar menargetkan penyelesaiannya dapat dipercepat sebelum 17 Agustus.
Anni juga mengimbau masyarakat menerima kedatangan petugas BPS dan memberikan data yang benar. Ia menegaskan seluruh informasi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik, tidak berkaitan dengan perpajakan, serta dijamin kerahasiaannya. (riz)






