PersadaFM – Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kabupaten Blitar menggelar pelatihan coach berlisensi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga bola tangan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Perdana Kantor Kabupaten Blitar, Rabu (17/6/2026), itu diikuti 73 peserta dari berbagai daerah.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Blitar, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Ponorogo, dan Kota Kediri. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya minat terhadap pengembangan olahraga bola tangan di berbagai wilayah.
Ketua ABTI Kabupaten Blitar, Dimas Putra Wijaya, mengatakan pelatihan berlisensi sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para pelatih dan pembina olahraga. Menurutnya, keberadaan pelatih yang memiliki lisensi resmi menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan atlet maupun penyelenggaraan kompetisi.
“Lisensi sangat diperlukan bagi seorang pelatih bola tangan. Dalam pelatihan ini peserta mendapatkan Lisensi D yang tidak hanya dapat digunakan untuk melatih, tetapi juga sebagai lisensi perwasitan dalam pertandingan resmi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sertifikasi yang diberikan mencakup dasar-dasar kepelatihan dan perwasitan resmi sehingga peserta memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengembangan olahraga bola tangan.
Ketua KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, keberadaan pelatih berlisensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan karena menjadi syarat dalam berbagai kompetisi resmi.
“Setiap ada pertandingan resmi, pelatih yang mendampingi atlet harus memiliki lisensi. Karena itu kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga,” katanya.
Fatatoh menilai pelatihan ini akan berdampak positif terhadap perkembangan bola tangan di Kabupaten Blitar. Selain memperkuat kualitas pelatih, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
“Harapannya tentu dapat melahirkan atlet-atlet baru yang mampu berprestasi dan memperkuat kontingen Kabupaten Blitar pada Porprov mendatang,” tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus. Ia menilai cabang olahraga bola tangan memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang dan meraih prestasi. Menurutnya, meskipun tergolong cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Kabupaten Blitar dalam tiga tahun terakhir, capaian yang ditunjukkan sudah cukup menggembirakan.
“Bola tangan ini masih baru, namun perkembangan dan prestasinya cukup baik. Kami akan terus mendorong agar cabang olahraga ini semakin maju dan mampu melahirkan prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Anindya juga melaunching Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bola Tangan Kabupaten Blitar yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 mendatang. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet potensial.
Pelatihan coach berlisensi ini menghadirkan narasumber Coach Ilham Nur Ardian, yang merupakan tim pelatih PON Bola Tangan Jawa Timur. Melalui kegiatan tersebut, ABTI Kabupaten Blitar berharap kualitas pelatih dan pembinaan atlet semakin meningkat sehingga mampu mencetak atlet-atlet bola tangan yang berprestasi di tingkat regional maupun nasional. (riz)






