free web hit counter
""

Armuzna Tuntas, Jamaah Haji Kloter 108 SUB Kabupaten Blitar Kini Berpacu Menjaga Stamina hingga Akhir Rangkaian Haji

PersadaFM – Setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah haji Kloter 108 SUB asal Kabupaten Blitar kini memasuki tahapan akhir pelaksanaan ibadah haji. Namun, di tengah semangat menyempurnakan ibadah, para jamaah juga dihadapkan pada tantangan menjaga kondisi fisik agar tetap prima.

Ketua Kloter 108 SUB, Slamet Daroini, mengatakan seluruh jamaah telah kembali ke Hotel Future Light Misfalah di Makkah usai menjalani Armuzna. Setibanya di hotel, sebagian jamaah yang masih memiliki kondisi fisik baik langsung melaksanakan thawaf ifadah di Masjidil Haram.

Menurutnya, bagi jamaah yang mengambil jenis haji Tamattu’, pelaksanaan thawaf ifadah menandai sempurnanya rangkaian ibadah haji yang dijalankan. Sementara bagi jamaah dengan jenis haji Ifrad, selain thawaf ifadah mereka masih memiliki kewajiban melaksanakan umrah wajib dengan mengambil miqat makani terdekat, seperti di Tan’im atau Masjid Aisyah.
Meski demikian, hingga saat ini mayoritas jamaah Kloter 108 SUB belum melaksanakan thawaf ifadah maupun umrah wajib. Salah satu penyebabnya adalah belum beroperasinya bus shalawat yang melayani transportasi jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram.

“Bus shalawat yang sebelumnya dijadwalkan beroperasi mulai pukul 01.00 Waktu Arab Saudi mengalami penundaan dan baru dijadwalkan beroperasi kembali pada siang hari,” ujar Slamet Daroini.

Ia menjelaskan, pasca Armuzna sejumlah jamaah mengalami kelelahan akibat padatnya rangkaian ibadah yang telah dijalani selama beberapa hari terakhir. Selain kelelahan, beberapa jamaah juga mulai merasakan gejala batuk, flu, hingga kondisi badan yang kurang fit atau meriang.
Karena itu, tim kloter terus mengingatkan seluruh jamaah untuk mengutamakan kesehatan dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah tambahan. Jamaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta mengatur tenaga dengan baik.

Baca Juga :  KABAR BAIK BAGI PENGGUNA MODA TRANSPORTASI UMUM, PT KAI BERIKAN DISKON TIKET 20%

Slamet Daroini menambahkan, perjalanan menuju Masjidil Haram dari hotel masih membutuhkan tenaga yang cukup besar karena jamaah harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting agar jamaah tidak mengalami kelelahan berlebih yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Tim kloter selalu mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri. Jika kondisi tubuh belum memungkinkan, lebih baik beristirahat terlebih dahulu. Yang terpenting adalah seluruh jamaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan sehat, aman, dan selamat hingga kembali ke Tanah Air,” pungkasnya. (riz)