PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar bersama DPRD Kab Blitar berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berjalan aman, higienis, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. Hal ini disampaikan menyusul adanya perhatian publik terkait kasus keracunan makanan di beberapa daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, menegaskan bahwa pelaksanaan SPPG di Kabupaten Blitar sudah sesuai standar.
“Kalau saya melihat yang sudah berdiri ini, yang sudah operasional, sangat luar biasa di Kabupaten Blitar. Mulai dari SOP-nya sangat luar biasa. Standarnya juga sudah memenuhi SOP yang ditetapkan. Insyaallah kalau di Kabupaten Blitar aman,” ungkap Fatatoh.
Ia juga menyoroti pentingnya aspek kebersihan dan keamanan pangan, terutama di wilayah Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, yang dikenal sebagai sentra peternakan.
“Ini yang harus kita perhatikan bersama. Memang untuk daerah Suruhwadang di Blitar Selatan ini terkenal dengan peternakan, tapi saya percaya teman-teman SPPG bisa mengantisipasi masalah hygiene,” tambahnya.
Lebih lanjut, DPRD bersama Pemkab Blitar menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menimbulkan kasus serupa di daerah lain. Salah satunya dengan memanfaatkan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) yang ada di Kecamatan Sutojayan.
“Kalau diperlukan, semoga nanti Labkesda bisa menjadi rujukan untuk melakukan tes makanan agar lebih terjamin kualitas dan keamanannya. Dengan begitu, SPPG dan program MBG bisa berjalan lebih baik dan bersinergi,” terang Fatatoh.
Dengan adanya pengawasan ketat dari berbagai pihak, diharapkan program SPPG di Kabupaten Blitar tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memastikan keamanan pangan dan kenyamanan penerima manfaat. (riz)






