PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 51 kelompok tani. Bantuan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menghadapi ancaman kekeringan.
Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Blitar Rijanto di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, Selasa (18/8/2026). Rijanto mengatakan, bantuan alsintan merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap kemajuan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
Ia berharap bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta digunakan secara gotong royong agar manfaatnya dirasakan seluruh anggota kelompok tani.
“Dengan penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern, kita berharap terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian, efisiensi biaya dan waktu kerja, serta meningkatnya pendapatan petani,” kata Rijanto.
Bantuan yang disalurkan meliputi 3 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian, 6 unit kultivator dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, 1 unit kultivator melalui program Peti Koin, 1 unit traktor roda dua dari Pemprov Jawa Timur, 34 unit pompa air tiga inci dari Kementerian Pertanian, 5 unit alat perajang tembakau dari APBD Kabupaten Blitar melalui DBHCHT, serta 1 paket alat pengolah kopi dari Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar Setiyana menjelaskan, bantuan 34 pompa air menjadi salah satu upaya mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya pada lahan sawah tadah hujan yang belum memiliki irigasi teknis. Selain pompa air, bantuan traktor roda empat diarahkan untuk mempercepat pengolahan tanah dan tanam padi. Kultivator mendukung petani hortikultura, sementara bantuan melalui program Peti Koin diberikan kepada anggota kelompok tani miskin agar dapat dimanfaatkan untuk pengolahan lahan maupun jasa penyewaan alsintan sebagai tambahan pendapatan. Bantuan alat perajang tembakau dan pengolah kopi juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian di Kabupaten Blitar.
“Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, kami alokasikan untuk lahan-lahan sawah tadah hujan yang tidak ada irigasi teknis. Mereka nanti bisa mengambil air dari sumber-sumber yang ada di wilayah tersebut atau bahkan dari air tanah,” jelas Setiyana.
Berdasarkan data 2025, Kabupaten Blitar memiliki luas tanam padi mencapai 45.760 hektare, dengan luas panen sekitar 40.437 hektare dan produksi mencapai 267.773 ton gabah kering panen. Ia berharap dukungan alsintan tersebut mampu memperkuat produktivitas pertanian, menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Blitar. (riz)






