PersadaFM – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kantor PLN UID Jawa Timur, Rabu (11/3).
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan jaringan layanan energi yang tersebar di wilayah Jatimbalinus, meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG.
Selain itu, Pertamina juga menyiagakan 644 SPBU yang beroperasi 24 jam serta 1.040 agen LPG Siaga guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode libur Lebaran.
“Kami tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan tambahan agar masyarakat tetap nyaman saat melakukan perjalanan mudik,” kata Ahad.
Layanan tambahan tersebut antara lain 9 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, 36 unit Motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang bergerak secara mobile, serta 17 mobil tangki yang disiagakan sebagai suplai cadangan di jalur-jalur dengan potensi kepadatan tinggi.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, memberikan apresiasi atas langkah kesiapsiagaan yang dilakukan Pertamina dan PLN dalam menjaga stabilitas pasokan energi selama Ramadan dan Idul Fitri.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi langkah penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi yang biasanya terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran.
“Dengan strategi yang telah disiapkan, kami berharap pasokan energi tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Pertamina juga memperkirakan konsumsi BBM jenis gasoline selama periode Satgas RAFI akan mengalami peningkatan sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal harian 18.430 kiloliter. Sementara konsumsi LPG diproyeksikan meningkat 3,5 persen dari rata-rata 6.567 metrik ton per hari.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina memantau seluruh penyaluran energi secara real-time melalui command center Satgas RAFI, sehingga pasokan dapat segera ditambah apabila terjadi lonjakan permintaan di lapangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina berharap kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik sehingga aktivitas mudik dan libur Lebaran berjalan lancar. (riz)






