free web hit counter
""

Strategi Pesantren Berpartisipasi dalam Ruang Siber, Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Gelar Madrasah Digital

PersadaFM — Ciptakan santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Blitar resmikan program Madrasah Media Digital. Kegiatan ini menjadi respons nyata urgensi digitalisasi pesantren terhadap tantangan dakwah jemaah NU di era modern.

Perwakilan RMI NU Blitar, Gus Djohan Sabiq menjelaskan jika program ini digelar untuk mendorong kreativitas dan citra positif santri. Sehingga para santri dididik lebih kreatif dan bijak dalam memanfaatkan media sosial.

“Selain sebagai sarana dakwah, madrasah ini bertujuan mengenalkan potensi pesantren yang selama ini belum terekspos secara luas,” jelas Gus Djohan, Selasa (2/6/2026).

Melalui madrasah ini, para santri diharapkan mampu mengemas aktivitas pesantren menjadi konten yang menarik dan profesional. Ia pun menegaskan catatan kritis pada para santri mengenai pentingnya menjaga marwah institusi. “Jangan sampai pondoknya belum terkenal, tapi kasusnya sudah terkenal. Itu sangat disayangkan. Jangan hanya membuat konten-konten yang tidak keren dan tidak baik, karena itu malah merusak citra pondok pesantren masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH. Muqorrobin tegaskan perubahan zaman menuntut pesantren untuk adaptif terhadap teknologi informasi. Langkah ini krusial agar nilai serta ajaran Islam inklusif tidak tergerus oleh dominasi konten negatif yang berpotensi merusak moral.

“Zaman sekarang sudah masuk dalam zaman digital, zaman teknologi, atau medsos. Jika pondok pesantren tidak mengikuti perkembangan zaman ini, kita akan ketinggalan,” terang KH. Muqorrobin.

Menurutnya ruang digital harus aktif diisi oleh kaum ‘sarungan’ sehingga upaya dakwah dan moral umat muslim dapat terjaga. “Jika media digital tidak kita isi dengan konten-konten yang baik, maka akan dipenuhi dengan konten-konten yang tidak benar, konten radikal, atau konten yang dapat merusak akhlak generasi muda kita,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus DBD Meningkat, Dinkes Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat

Program strategis ini akan digelar setiap tiga bulan sekali melalui kolaborasi Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Blitar. (zis/riz)