PersadaFM – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar selama Semester I Tahun 2026 menunjukkan progres yang positif. Hingga akhir Juni 2026, rata-rata serapan pupuk bersubsidi telah mencapai sekitar 55 persen dari total alokasi yang diterima Kabupaten Blitar. Dari seluruh jenis pupuk, serapan pupuk urea dan NPK menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis pupuk lainnya.
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan penyaluran pupuk bersubsidi hingga semester pertama berjalan sesuai kebutuhan petani dan masih akan terus meningkat seiring dimulainya musim tanam berikutnya.
“Secara umum penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar. Serapan hingga akhir Juni sudah mencapai sekitar 55 persen dan diperkirakan akan terus bertambah pada semester kedua, menyesuaikan kebutuhan petani di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, realisasi penyaluran pupuk urea mencapai 18.016.445 kilogram dari alokasi 32.538.000 kilogram, atau sekitar 55 persen. Sementara pupuk NPK terealisasi sebanyak 21.302.627 kilogram dari alokasi 39.402.000 kilogram, atau 54 persen.
Adapun pupuk ZA telah tersalurkan sebanyak 378.491 kilogram dari alokasi 1.118.000 kilogram atau sekitar 34 persen. Sedangkan pupuk organik mencapai 700.655 kilogram dari total alokasi 1.278.000 kilogram, atau sekitar 55 persen.
Siswoyo menjelaskan, tingginya serapan pupuk urea dan NPK menunjukkan kedua jenis pupuk tersebut masih menjadi kebutuhan utama petani, terutama untuk mendukung budidaya tanaman pangan,Hortikultura dan perkebunan seperti padi dan jagung,Cabai,Tebu yang mendominasi lahan pertanian di Kabupaten Blitar.
Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan distribusi bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) terhadap Pelaku Usaha Distribusi (PUD), PPTS, Kelompok Tani untuk memastikan agar penyaluran pupuk bersubsidi tetap sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Menurutnya, Untuk menjaga agar stok pupuk di masing-masing kecamatan aman, apabila ada kekurangan dapat di lakukan re-alokasi antar kecamatan. Namun, saat ini semua kecamatan masih mencukupi sehingga masih belum perlu re-alokasi.
“Kami juga mengimbau kepada petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK agar menebus pupuk sesuai alokasi dan jadwal tanam. Dengan distribusi yang lancar serta stok yang aman, kami berharap kebutuhan pupuk selama musim tanam dapat terpenuhi sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” pungkasnya. (riz)






