PersadaFM — Produksi beras Kabupaten Blitar pada tahun 2025 meningkat 5,1 persen, dari 136.118 ton pada 2024 menjadi 143.056 ton. Capaian ini disampaikan dalam Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional di Pendopo Sasana Adhi Praja, Rabu (7/1/2026), sekaligus menegaskan keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian daerah.
Bupati Blitar Rijanto menegaskan bahwa peningkatan produksi beras merupakan buah dari fokus pemerintah daerah pada produktivitas petani. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana produksi, percepatan tanam, dan efisiensi pengelolaan lahan.
“Produktivitas adalah kunci. Dengan dukungan alat, teknologi, dan pendampingan, petani mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui Reporter Radio Persada FM.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menjelaskan bahwa indikator produktivitas di Kabupaten Blitar menunjukkan kinerja yang sangat baik.
“Pada 2025, Kabupaten Blitar berhasil melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 45.661 hektare dari target 31.000 hektare. Ini berdampak langsung pada peningkatan produksi beras,” kata Setiyana.
Ia menambahkan, swasembada pangan di Kabupaten Blitar juga ditopang bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten, sehingga kebutuhan petani terhadap sarana produksi semakin terpenuhi.
“Selain itu, harga pupuk subsidi telah diturunkan dan penyalurannya berjalan lancar tanpa kendala di lapangan, sehingga petani bisa berproduksi tepat waktu,” jelasnya.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Blitar menyalurkan 236 unit alsintan kepada 194 kelompok tani. Dengan dukungan kebijakan, ketersediaan sarana produksi, dan pendampingan teknis yang konsisten, Pemkab Blitar optimistis produktivitas padi dan produksi beras akan terus meningkat serta memperkuat swasembada pangan nasional. (riz)






