PersadaFM – Program jaminan sosial ketenagakerjaan terus menunjukkan dampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi keluarga pekerja. Hingga Agustus 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar telah menyalurkan klaim senilai Rp81,8 miliar kepada peserta di wilayah Blitar Raya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar, Eris Aprianto, menyebut nilai itu berasal dari klaim jaminan hari tua, kecelakaan kerja, pensiun, kematian, hingga kehilangan pekerjaan. Tahun 2024, total klaim yang dibayarkan mencapai Rp108 miliar, dengan Rp84 miliar di antaranya dinikmati warga Kabupaten Blitar.
“Data ini menunjukkan jaminan sosial adalah bantalan ekonomi yang nyata bagi pekerja dan keluarganya, bukan sekadar program di atas kertas,” katanya, Kamis (4/9/2025).
Kabupaten Blitar tercatat sebagai penyumbang peserta terbesar, mencapai lebih dari 122 ribu pekerja, termasuk perangkat desa dan pekerja rentan. Dari jumlah itu, lebih dari 15 ribu pekerja rentan terlindungi melalui alokasi APBD Kabupaten Blitar. Eris menilai langkah ini strategis untuk mencegah munculnya kantong-kantong kemiskinan baru akibat risiko kehilangan penghasilan.
Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menegaskan bahwa perlindungan sosial pekerja tidak bisa dilepaskan dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
“Ketika pekerja terlindungi, mereka bisa bekerja lebih tenang. Keluarga mereka pun punya jaminan. Itu artinya daya beli terjaga, dan roda ekonomi daerah tidak terhambat,” ujarnya dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Blitar.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan santunan simbolis kepada enam keluarga penerima manfaat serta meninjau layanan kesehatan gratis yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan bersama rumah sakit mitra. Selain itu, peserta Jaminan Hari Tua (JHT) juga mendapat akses subsidi bunga kredit perumahan melalui kerja sama dengan Bank BTN.
Dengan capaian klaim hingga Agustus ini, BPJS Ketenagakerjaan semakin menegaskan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga pekerja, sekaligus menopang pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Blitar. (riz)






