PersadaFM – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar kegiatan tanam tebu perdana tahun 2026 di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Senin (25/5/2026).
Bupati Blitar, Rijanto menyampaikan, tanam tebu perdana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi simbol kebangkitan sektor gula nasional melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Menurutnya, Kabupaten Blitar memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas tebu.
Berdasarkan data tahun 2025, luas tanaman tebu di Kabupaten Blitar mencapai sekitar 14 ribu hektare dengan total produksi sebesar 1.009.183,67 ton. Sementara produktivitas rata-rata mencapai 73,5 ton per hektare.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, ” ujar Bupati.
Namun demikian, Bupati menilai tantangan sektor tebu ke depan masih cukup besar, mulai dari peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, efisiensi budidaya hingga peningkatan kesejahteraan petani.
Untuk itu, program bongkar ratoon menjadi salah satu langkah strategis yang terus didorong.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, mengatakan Pada tahun 2025 realisasi bongkar ratoon di Kabupaten Blitar mencapai 1.338,50 hektare. Sementara pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 5.600 hektare disertai perluasan areal tanam baru seluas 500 hektare.
Melalui kegiatan tanam tebu perdana tersebut, pemerintah berharap tercipta semangat baru bagi petani dan seluruh pihak terkait untuk memperkuat sektor perkebunan tebu sehingga Kabupaten Blitar mampu menjadi salah satu daerah penopang utama swasembada gula nasional. (riz)






