free web hit counter
""

Empat Tahun Bangkit, Akhirnya Poo An Kiong Kembali Jadi Pusat Perayaan Imlek di Blitar

Andri Kurniawan

PersadaFM – Setelah empat tahun berjuang bangkit dari kebakaran hebat, Klenteng Poo An Kiong kembali menjadi pusat perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kota Blitar. Momentum ini disambut umat dengan rasa syukur sekaligus haru, menandai kembalinya aktivitas ibadah secara penuh di klenteng bersejarah tersebut.

Rohaniawan Klenteng Poo An Kiong, Titis, menyebut kebangkitan klenteng sebagai hasil kebersamaan lintas daerah bahkan lintas negara. Ia mengaku proses pemugaran menjadi perjalanan panjang yang penuh tantangan.

“Kami sangat bersyukur pasca terbakarnya klenteng. Dengan segala kekuatan, kami berusaha membangun kembali. Ini bukan hanya perjuangan umat di Blitar, tapi juga dukungan dari berbagai daerah hingga luar negeri,” ujarnya saat ditemui di klenteng, Rabu (12/02).

Menurutnya, keberhasilan membangun kembali klenteng menjadi bukti solidaritas dan semangat gotong royong yang kuat.

“Sesuatu yang berat itu akhirnya bisa kami lewati bersama,” tambahnya.

Rangkaian perayaan Imlek telah dimulai sejak H-7 melalui ritual Sang Ang sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus momen introspeksi diri. Tradisi bersih-bersih klenteng dan rumah dilakukan sebagai simbol penyucian lahir dan batin.

Pada H-1 Imlek, umat melaksanakan doa leluhur di rumah masing-masing sebelum puncak perayaan berlangsung dengan makan malam keluarga dan sembahyang tengah malam di klenteng.

Malam Sincia turut dimeriahkan pertunjukan barongsai yang menandai hidupnya kembali suasana Poo An Kiong.

Memasuki Tahun Baru Imlek Yinli 2577 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, Titis menilai tahun ini menjadi momentum refleksi di tengah kondisi sosial masyarakat.

“Api melambangkan energi dan semangat. Harapannya bukan semangat emosi, tetapi semangat nurani yang dikedepankan, agar kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih bijak,” tuturnya.

Perayaan Imlek berlanjut dengan tradisi silaturahmi pada hari pertama, Hari Arwah di hari kedua, sembahyang klenteng di hari keempat, hingga ritual besar Jing Tian Gong pada malam ke-9 sebagai prasatya memperbaiki diri selama setahun ke depan.

Baca Juga :  Idap Sakit Jiwa, Seorang Anak Tega Habisi Nyawa Ayah Kandungnya

Rangkaian perayaan akan ditutup dengan Cap Go Meh yang direncanakan diisi kirab budaya pada siang hari dan perayaan penutup pada malam hari.

“Semoga di Tahun Kuda Api ini kita diberi ketenangan batin, kejernihan pikiran, dan semangat untuk berkarya sehingga membawa kesejahteraan bagi kehidupan,” pungkas Titis. (riz)