PersadaFM — PSBI Blitar mengawali langkah di Babak 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 dengan hasil belum sesuai harapan.
Menghadapi Persinga Ngawi di Stadion Jenggolo, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, PSBI Blitar harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2–1.
Pada laga pembuka tersebut, PSBI Blitar belum mampu menampilkan performa terbaiknya. Faktor adaptasi menjadi salah satu kendala utama, terutama kondisi lapangan yang licin sehingga memengaruhi alur permainan. Situasi ini dimanfaatkan Persinga Ngawi yang tampil lebih siap dan efektif sepanjang pertandingan.
Pelatih PSBI Blitar, Kurnia Patmedi, mengakui bahwa lawan menunjukkan kualitas permainan yang lebih matang, sementara anak asuhnya masih membutuhkan penyesuaian pada laga perdana.
“Ngawi memang main bagus dan lebih siap. Anak-anak di hari pertama masih banyak adaptasi, terutama soal lapangan yang licin,” ujar Kurnia saat dihubungi reporter Radio Persada FM.
Ia menegaskan bahwa hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih. Pembenahan akan difokuskan pada peningkatan game play serta tempo permainan agar PSBI Blitar dapat tampil lebih agresif pada pertandingan berikutnya.
“Evaluasi hari Rabu harus benar-benar jalan. Game play harus lebih hidup dan anak-anak harus lebih cepat dalam bermain,” jelasnya.
Meski gagal meraih poin di laga pembuka, peluang PSBI Blitar untuk melaju ke fase berikutnya masih terbuka. Dua pertandingan tersisa menjadi laga penentuan yang wajib dimenangkan.
PSBI Blitar dijadwalkan menghadapi Akor FC Jombang pada 7 Januari, sebelum menutup fase grup dengan menghadapi Persida Sidoarjo pada 9 Januari. Kedua laga tersebut akan menentukan langkah PSBI Blitar di Babak 32 Besar Liga 4 Jawa Timur.
“Masih ada peluang. Dua pertandingan ke depan harus menang semua,” tegas Kurnia.
Dengan evaluasi dan persiapan yang lebih matang, PSBI Blitar bertekad bangkit dan meraih hasil maksimal pada dua laga tersisa. (riz)






