PersadaFM – Permintaan hewan kurban asal Kabupaten Blitar mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Selama Mei, tercatat sekitar tiga ribu ekor kambing dan domba dikirim ke berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan kurban. Menariknya, tren permintaan sapi jumbo berbobot mendekati hingga lebih dari satu ton juga ikut meningkat pada tahun ini.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin mengatakan tingginya permintaan terlihat dari banyaknya pengajuan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang masuk setiap hari. Bahkan, dalam sehari jumlah pengajuan bisa mencapai lebih dari 20 surat.
“Permintaannya lumayan banyak, bahkan dalam sehari ada lebih dari 20 pengajuan surat keterangan sehat untuk hewan. Dari data Disnakkan, selama Mei jumlah kambing dan domba yang keluar dari Kabupaten Blitar untuk kebutuhan kurban mencapai sekitar 3 ribu ekor,” ujar Nanang.
Hewan kurban asal Blitar tersebut dikirim ke sejumlah daerah di Jawa Timur hingga luar daerah seperti Pacitan, Trenggalek, Surabaya dan Malang. Selain kambing dan domba, pengiriman sapi juga cukup tinggi dengan jumlah mencapai sekitar 500 hingga 600 ekor.
Data tersebut berasal dari surat jalan atau SKKH yang masuk ke Disnakkan Kabupaten Blitar. Meski demikian, pihaknya mengakui masih ada sebagian hewan yang dikirim tanpa dilengkapi dokumen tersebut.
Padahal, SKKH menjadi syarat wajib dalam proses pengiriman ternak, baik antar kabupaten maupun antar provinsi. Nanang menjelaskan pengiriman tanpa dokumen masih memungkinkan dilakukan, namun risikonya cukup besar apabila ada pemeriksaan atau operasi di wilayah tujuan.
“Tanpa SKKH sebenarnya bisa saja, tetapi kalau ada operasi pemeriksaan di luar kota risikonya ditanggung sendiri,” jelasnya.
Selain tingginya permintaan, harga sapi kurban tahun ini juga mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Harga sapi hidup kini menembus lebih dari Rp60 ribu per kilogram berat badan, sedangkan pada kondisi normal harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.
Nanang mengungkapkan, tren sapi jumbo menjadi salah satu yang paling menonjol pada musim kurban tahun ini. Banyak pembeli mencari sapi dengan bobot lebih dari satu ton meski harganya tergolong fantastis.
“Sapi kurban yang di atas satu ton sekarang lumayan banyak. Ada yang harganya Rp90 juta sampai Rp110 juta,” ungkapnya.
Menurutnya, khusus sapi berbobot besar harga jualnya bahkan dapat mencapai Rp100 ribu per kilogram berat badan. Kondisi tersebut menunjukkan perputaran ekonomi sektor peternakan menjelang Iduladha tahun ini meningkat cukup tinggi.
“Kenaikannya lumayan tinggi dibanding hari biasa. Khusus sapi berbobot jumbo mendekati satu ton atau lebih, harga jualnya bahkan bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram berat badan,” pungkasnya. (riz)






