free web hit counter
""

Amankan Produksi Cabai Menjelang Masa Panen, Pemkab Blitar Intensifkan Gerdal Hama dan Penyakit

Andri Kurniawan

PersadaFM — Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan gerakan pengendalian (gerdal) serentak hama dan penyakit tanaman cabai rawit menjelang masa panen Februari hingga April 2026. Langkah ini difokuskan untuk mencegah serangan penyakit antraknose yang berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan gerdal akan dilaksanakan di sentra produksi cabai rawit, yakni Kecamatan Panggungrejo, Wates, dan Binangun.

“Mulai minggu ini dan seterusnya kami masih berkoordinasi dengan Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur untuk persiapan teknis di lapangan,” ujarnya.

Menurut Siswoyo, luas tanam cabai rawit akhir 2025 cukup besar. Pada Oktober tercatat 140 hektare, November 2.518 hektare, dan Desember 2.936 hektare. Dari luasan tersebut, panen diperkirakan mulai akhir Februari 2026 seluas 140 hektare, Maret 2.518 hektare, dan April 2.936 hektare.

Produksi panen diproyeksikan mencapai 728 kuintal pada Februari, 13.094 kuintal pada Maret, dan 15.267 kuintal pada April. Tiga kecamatan sentra, yakni Panggungrejo, Wates, dan Binangun, menjadi penyumbang terbesar produksi cabai rawit di Kabupaten Blitar.

Ia menegaskan, pengendalian dini sangat penting untuk mencegah antraknose yang kerap menjadi ancaman utama tanaman cabai. Penyakit tersebut dapat menyebabkan busuk buah dan menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak ditangani sejak awal.

“Kami berharap tanaman cabai dapat terjaga dari serangan hama dan penyakit, terutama antraknose, sehingga panen bisa maksimal. Dengan pasokan yang cukup, harga cabai di pasaran juga diharapkan lebih stabil,” kata Siswoyo.

Pemkab Blitar optimistis melalui pengendalian terpadu dan koordinasi lintas instansi, produksi cabai rawit awal 2026 dapat diamankan sekaligus mendukung stabilitas pasokan di pasar. (riz)

Baca Juga :  PERINGATI HUT KE-74, BUPATI BLITAR TEGASKAN PERAN STRATEGIS BIDAN DALAM MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT